Tafsir Suroh YaaSiin Ayat 12 


 

12- Sesungguhnya Kami akan menghidupkan orang yang telah mati dan akan Kami tuliskan apa yang telah mereka kerjakan terdahulu dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan: Dan segala sesuatu Kami perhitungkan di dalam Kitab yang nyata.  

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتى‏ وَ نَكْتُبُ ما قَدَّمُوا وَ آثارَهُمْ وَ كُلَّ شَيْ‏ءٍ أَحْصَيْناهُ في‏ إِمامٍ مُبينٍ

 

Kita sisihkan membicarakan ayat yang satu ini karena amat penting isi dan artinya. Dia mengandung arti yang sangat dalam.

ِإِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتى

“Sesungguhnya Kami akan menghidupkan orang yang telah mati.’ (pangkal ayat 12).

Boleh kita tafsirkan dengan tafsir yang biasa dan yang lazim. Yaitu bahwasanya sekalian manusia yang telah mati akan dihidupkan kembali di hari kiamat. Kiamat itu sendiri artinya bangun. Bangun dari kematian untuk hidup yang kedua kali. Dan boleh pula kita tafsirkan bahwa hati yang telah mati, yang telah tertumbuk dan tertutup segala pintu, pintu untuk maju ke muka, atau pintu untuk mundur ke belakang sudah tertutup, tersebab hati yang lalai pada mulanya. Tidaklah sukar bagi Allah buat menghidupkan hati itu kembali. Hati yang telah tersesat dibangunkan kembali sehingga sadar akan kebenaran.

Di dalam al-Quran pun berkali-kali Tuhan menjelaskan bahwa Dia Maha Kuasa menghidupkan kembali tanah yang telah mati, dengan jatuhnya rahmat hujan. Boleh juga dipakai untuk nama yang telah hilang, dihidupkan kembali karena jasa yang diingat orang. Ahmad Syaugi (Syauqi?) Penyair Mesir yang terkenal pernah menyairkan:

“Sebelum engkau meninggal peliharalah sebutan tentang dirimu:
Sebutan adalah umur yang kedua bagi manusia.”

Selain dari diri yang akan dihidupkan kembali,

وَ نَكْتُبُ ما قَدَّمُوا وَ آثارَهُمْ

“Dan akan Kami tuliskan apa yang telah mereka kerjakan terdahulu.

Maka segala amal usaha yang telah dikerjakan semasa hidup di dunia akan dicatat, dituliskan di sisi Tuhan, tidak ada yang hilang dan tidak ada yang terlupa. Kadang-kadang karena pengaruh politik, kadang-kadang karena tidak pandai membuat reklame diri , kerapkali manusia melupakan jasa yang baik. Namun pada sisi Tuhan semuanya tetap tercatat.

“Barangsiapa yang merentangkan jalan yang baik di dalam Islam, maka untuknyalah pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya sesudahnya, dengan tidak mengurangi pahala untuk yang memulai itu sedikit pun. Dan barangsiapa yang merentangkan jalan baru yang buruk dalam Islam, maka akan dipikulnyalah dosanya dan dosa orang yang menuruti jalannya itu sesudahnya dengan tidak mengurangi pula dosanya agak sedikit pun untuk yang memulai itu” (Riwayat Muslim) .

“Dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.”

Selain dari tulisan tertulis hitam di atas putih di sisi Tuhan,jejak yang tinggal pun tidak akan dikikis. Dia akan tetap meninggalkan kesan dan masa ke masa. Seumpama orang mempelajari dan mengadakan penyelidikan tentang zaman purbakala. Kadang-kadang didapati orang dalam sejarah yang telah ditulis oleh orang yang dahulu kala, dan kadang-kadang bertemu dalam jajak bekas. lnilah yang pernah dipesankan oleh Qatadah, Ulama Tabi’in yang terkenal: “Kalau Allah Yang Maha Tinggi hendak melupakan kamu, hai anak Adam, tentu dilupakannya jejak bekas kamu dengan hembusan angin di atas pasir. Tetapi tidak! Tuhan menghitung setiap langkah yang kamu langkahkan dan jejak yang kamu kesankan. Entah jejak kesan membuat taat kepada Allah, entah jejak dan kedurhakaan. Oleh sebab itu kalau masih ada waktu, tinggalkanlah jejak yang baik.”

Tersebut dalam sebuah Hadits yang dirawikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, diterima dari Jabir bin Abdullah, bahwa suatu waktu ada satu tanah kosong dekat Masjid Madinah. Maka bemaksudlah keluarga Bani Salimah yang rumahnya jauh hendak berpindah ke tanah kosong dekat mesjid itu, membuat rumah di sana. Maka sampailah benita maksud keluarga Bani Salimah itu kepada Nabi. Lalu beliau panggil mereka dan beliau berkata: “Aku mendengar berita bahwa kalian ingin hendak pindah ke tanah kosong dekat mesjid itu, benarkah itu?”

Mereka menjawab: “Benar begitu maksud kami, ya Rasul Allah!”

Lalu bersabdalah beliau:


“Hal Bani Salimah,- rumah kalian yang jauh itu menuliskan jejak kalian. Rumah kalian yang jauh menuliskan jejak kalian.” (Riwayat Imam Ahmad) .

Artinya lebih baik rumah kalian jauh dari mesjid. Karena tiap-tiap langkah kaki kalian menuju mesjid di tiap waktu, akan dituliskan oleh malaikat yang diperintahkan Tuhan mencatatnya. Oleh sebab itu tidak perlu pindah.

وَ كُلَّ شَيْ‏ءٍ أَحْصَيْناهُ في‏ إِمامٍ مُبينٍ

“Dan segala sesuatu Kami perhitungkan di dalam Kitab yang nyata.” (ujung ayat 12).

Ditafsirkan oleh lbnu Katsir bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan, baik di langit atau di bumi, sangat besar ataupun sangat kecil, sampai kepada atom sekalipun semuanya itu ada daftarnya di sisi Allah di dalam yang bernama Luh Mahfuzh. Al-Imamul Mubiin, Imam yang nyata. Catatan itu disebut juga sebagai Imam, artinya karena di sanalah catatan yang lengkap, yang disebut juga Ummul-Kitab, atau Ibu Kitab.

Mujahid dan Qatadah dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam memilih juga tafsir yang demikian. Tiap-tiap manusia pun mempunyai pula kitab catatannya sendiri-sendiri dan apabila telah datang kelak masa perhitungan, segala kitab itu akan dibukakan untuk menjelaskan bahwasanya segala hukum keputusan yang akan diterima kelak dan Allah, baik pahala yang akan menyebabkan dimasukkan ke dalam syurga, atau dosa yang akan menyebabkan masuk ke neraka, semuanya itu sedikit pun tidak terlepas dan keadilan.

Segitulah luas arti dan tafsir dariayat 12 Surat Yaasiin ini. Bahwa segala amalan yang ditinggalkan orang seketika dia menutup mata, tercatat baik di sisi Tuhan dan akan didapatinya catatan itu selengkap-lengkapnya di hari kiamat esok, sehingga dapatlah saya rasakan sebagai seorang pengarang, bagaimana kagumnya saya seketika berjalan-jalan pada beberapa Universitas di Amerika meninjau ke dalam “Library”nya bertemu di sana buku-buku yang pernah saya karang, yang saya sendini tidak menyimpannya lagi. Maka catatan yang lebih lengkap lagi adalah di sisi Allah. Maka tepatlah salah sebuah syair yang pernah saya baca dalam buku “1001 malam” demikian bunyinya:

Tidak ada seorang penulis pun, melainkan semua akan lenyap dari dunia.
Edaran masa akan mengekalkan apa yang ditulis oleh tangannya;
Maka janganlah engkau tulis dengan tanganmu kecuali sesuatu
Yang akan menyenangkan hatimu di hari kiamat jika engkau lihat dia.”

 
 
01     02      03    04    05     06  08  09  10                                          Back To MainPage       >>>>