Muqoddimah Surat Al-Furqon       

Bila kita perhatikan isi al-Quran dengan seksama dan kita beransur menyelami lubuk hidayat yang ada di dalamnya, dapatlah kita memahami perbedaan isi dan intisari daripada surat-surat yang diturunkan di Makkah dengan yang diturunkan di Madinah. Dengan surat-surat yang diturunkan di Madinah kita mendapat kenyataan suatu masyarakat yang telah teratur, suatu cita-cita yang telah menjadi kenyataan dan peraturan-peraturan yang timbul karena tumbuhnya masyarakat itu.

Tetapi dengan surat-surat yang diturunkan di Makkah kita melihat perjuangan sengit di antara kebenaran dengan kebatilan, kekuatan cita-cita dan hebatnya rintangan. Tujuan tunggal yang tidak mengenal putus asa berhadapan dengan kekerasan hati pihak lawan mempertahankan yang lama.

Oleh sebab itu sebagai Muslim tidaklah kita akan sampai ke suasana Madinah sebelum melalui suasana Makkah. Dalam suasana Makkah itu kita pun melihat kebesaran peribadi Nabi Muhammad s.a.w. manusia yang terpilih di antara sekalian manusia untuk menegakkan suatu tugas dari Ilahi, menegakkan, keteguhan dan ketekunan , yang akan dapat kita jadikan contoh untuk membina diri sendiri, sinar wahyu itu pun turut memancar ke dalam r0h kita. Ayat-ayat `dari surat·surat yang turun di Makkah adalah untuk mengisi batin kita supaya kuat dan teguh, sekuat dan seteguh Nabi pula dalam melanjutkan cita yang pasti tegak terus sampai hari kiamat.

Di dalam surat-surat yang diturunkan di Makkah kita melihat kebesaran Nabi s.a.w. sebagai pemimpin penanam cita Tauhid menggembleng manusia·manusia yang kelaknya akan menjadi penyebar Islam ke permukaan bumi,maka di dalam surat-surat yang diturunkan di Madinah, kita akan melihat pula Nabi s.a.w. sebagai seorang pembangun masyarakat, Ummah dan Daulah , mengirim utusan dan menerima utusan, memimpin perjuangan dan menyetujui perdamaian.

Surat "al-Furqan" adalah suatu di antara Surat Makkah, di ayat yang pertama sekali sudah terpancang nama surat ini, “al-Furqan? artinya pemisah di antara yang hak dan yang batil, yang benar dan yang salah. Jahiliyah dengan lslamiah, syink dengan tauhid. Dan di dalam surat ini pun diterangkan suka-duka yang dihadapi Rasulullah sebagai petugas membawa terang ke dalam alam. Tetapi di akhir surat diberikan pula ideal tertinggi, cita-cita yang menjadi puncak cita dan pandangan hidup seorang Muslim dalam melakukan tugas hidup di antara makhluk-makhluk di atas permukaan bumi ini. ltulah dia ayat “Ibadur Rahman" (sifat-sifat orang-orang yang menyediakan dinnya mengabdi llahi).

Membaca Surat al-Furqan dengan penuh minat memberi kita bekal untuk hidup, obat yang nyans patah hati, kegembiraan meneruskan perjuangan, dan lebih dari itu lagi ialah rasa khusyu‘ yang lebih mendalam kepada Kebesaran llahi.

 01  02  03  04  05  06  07  08  09  10                                               Back To MainPage       >>>>